Al-Ukhuwah Peduli Rohingya">

Al-Ukhuwah Peduli Rohingya

Ratusan Muslim Subang menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya. Mereka diantaranya mendesak cabut nobe;l perdamaian yang disematkan kepada Aung San Su Kyi.

Aksi Solidaritas untuk Muslim Rohingya diikuti dari ebrbagai elemen masyarakat. Ada 14 ormas Islam ikut ambil bagian dalam aksi tersebut. Mereka berasal dari Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan, AMSA,KNRP Subang, Odoj Subang, Pondok Pesantren Al Ukhuwah Pagaden,Gema Keadilan,KOMBI Subang,GNSS Subang, Sahabat Berbagi, Ma’rifatussalam, Muhammadiyah Subang,PPALC Subang, KAMMI Subang dan Persis.

Dalam aksinya mereka melakukan penggalangan dana dan longmarch dengan start Wisma Karya – Jl. Jenderal Ahmad Yani – Jl. Letjen Suprapto – Jl. H. Agus Salim – Jl. Ade Irma Suryani – dan kembali di Wisma Karya. Selama longarch, secara bergantian mereka menyampaikan orasi.

Sejumlah tuntutan mereka suarakan. Dengan aksi pembantaian terhadap riuan Muslim Rohingya, massa menilai Myanmar adalah negara kecil yang biadab. Massa juga menuntut Negara Indonesia untuk mencabut hubungan diplomatik dengan Negara Myanmar dan Duta Myanmar untuk Indonesia segera angkat kaki dari Negara Indonesia.

“Tunjukan kepada warga Subang bahwa kita sebagai umat Islam solid dan bersatu untuk tetap mendukung sodara2 kita yang berada di Negara Myanmar. Kami mengutuk dengan keras perlakuan biadab tentara Myanmar yang memperlakukan kaum muslimin Rohingya yang didukung pemerintah Myanmar. Sebagai sesama muslim kita harus merasakan sakitnya yang dirasakan oleh saudara2 kita di Rohingya,” kata salah seorang orator.

Kordinator Aksi, Ahmad Dani menegaskan, sejumlah pembantaian yang dialami Muslim Rohingya di Negara Pimpinan Aung San Suu Kyi yang sempat mendapat NObel Perdamaian adalah prilaku biadab dan tidak prikemanusiaan. Dengan Nobel Perdamaian yang pernah disandang Suu Kyi, Dani menilai tidak pantas disematkan kepada Pimpinan Perempuan itu. “Kami mendesak copot Penghargaan Nobel Aung San Su Kyi dan meminta Peradilan Internasional menghukum Biksu Wirathu,” kata Dani

Dani juga mendesak Pemerintah Indonesia lebih berperan aktif terhadap konflik Rohingnya untuk menghentikan genosida dan menyediakan lahan untuk menampung pengungsi Rohingya.

Sepanjang aksi, mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Aksi damai ini berjalan tertib, meskipun sempat memicu kemacetan di jalur yang dillintas longmarch.

Leave a Reply

Name *
Email *
Website