Doa Robithoh

Robithoh

robitoh

Saya yakin, pasti kita semuanya sering dan bahkan selalu melantunkan dzikir2 yang ada di kitab Al-Ma’tsurat, yang mana diantaranya terdapat dzikir pagi dan petang, yang biasa disebut Kitab Wazhifah Sughro atau kubro, Yang disusun oleh penggagas manhaj kita, yaitu Syaikh Hasan Al Banna.

Kita biasa membacanya berbarengan dan sambil melantunkannya di penghujung dzikir ada satu doa yang disusun As Syaikh dengan sebutan Doa Robithoh, yaitu satu doa yang dimohonkan untuk Ukhuwah Islamiyyah seluruh muslimin dimana pun berada.
Seperti arti asalnya, Rabth yang artinya ikatan.

Namun, apakah kita sudah khusyu’ dalam membaca dzikir2 tersebut? Terutama ketika sudah sampai pada doa robithoh?

Banyak kita lihat anak-anak kita membacanya sambil bermain-main, itu mungkin wajar, masih tahap pengenalan dan wajar krn masih anak-anak. Namun kita sebagai org dewasa, di pesantren misalnya, kita yang mengaku-aku sebagai orangtua santri, sudahkah kita benar-benar meresapi setiap dzikir yang kita baca? sudahkah kita meresapi pembacaan doa robithoh? Yang di dalamnya terdapat doa persaudaraan, yang mana ketika membacanya kita dianjurkan sambil membayangkan saudara-saudara semuslim kita, dimanapun dan apapun statusnya.
Ketika kita membaca doa robithoh, maka seharusnya kita memintakan kepada Allah untuk hubungan kita bersama orang di sekitar kita, kaum muslim yang masih lalai, yang soleh, yang fajir, yang mukmin, yang fasiq, yang ditimpa bencana, dibantai, dijajah, disiksa, ada saudara2 kita yang sedang berjuang dalam dakwahnya. Semua kita bayangkan dan sambil memaknai arti dari doa robithoh tersebut.

Maka tidak heran, kalau di salah satu tempat, lembaga, pesantren, atau organisasi yang ketika membaca alma’tsurat kemudian dilanjutkan doa robithoh, dibaca sekaligus artinya oleh pemimpin dzikir agar semuanya tau dan selalu terngiang-ngiang makna dari doa yang sangat luar biasa itu.

Kita sepatutnya selalu mendoakan diri kita dan saudara kita sesama muslim, mari kita tujukan doa tersebut kepada anak2 kita, murid-murid kita, keluarga besar kita, sahabat-sahabat dan teman-teman kita, mujahidin dimanapun beradanya, dan kaum muslimin seluruhnya, agar semua disatu padukan dalam kecintaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau tau bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam kecintaan kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu padu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu. Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup.

Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong.

Aamiin.

Farid Priandi
Senin, 28 okt 2019
Subang, Jawa Barat

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Kirim Pesan