Mari kita belajar mengucapkan : TERIMA KASIH, MA’AF dan TOLONG

Mari kita belajar mengucapkan :TERIMA KASIH, MA’AF dan TOLONG

😊Terima Kasih

Sepele, namun bermakna. Karena hal-hal istimewa akan tercipta dari hal-hal kecil yang mungkin tak kita sadari. Termasuk kebiasaan mengucapkan ‘terima kasih’. Mengucapkan terima kasih kepada orang yg telah membantu meringankan pekerjaan anda, kepada bapak/ibu guru yang telah mengajar pada hari itu, kepada rekan kerja yang telah memberikan semangat, kepada tetangga yang telah meminjamkan sapu lidinya.
Sepele, namun jika Anda mengucapkannya dengan sepenuh hati tentulah akan membuat si penerima ucapan ‘terima kasih’ itu menjadi lebih dihargai atas peran dan jasanya.
Sepele, ‘terima kasih’ adalah salah satu pengembangan dari rasa syukur Anda kepada Allah atas segala nikmat yang Ia karunikan setiap detiknya.
Jika kata itu sudah hilang dari kamus Anda, maka berkacalah, lihatlah, apakah masih ada secuil rasa syukur yang tersisa dalam relung hati terdalam Anda?.

😊😊Maaf

Terlihat mudah, namun sebagian orang terasa kelu untuk berucap satu kata ini. Kata ‘maaf’ merupakan salah satu perujudan penyesalan atau kesalahan. Dan jika Anda sudah melupakannya, maka periksalah sebesar apa ego yang menggerogoti hati Anda hingga tak mampu lali membiasakannya. Bagi pelajar, katakanlah ma’af kepada gurumu jika kamu lupa tidak mengerjakan tugas-tugas belajarmu, untuk para aktivis atau para pegawai belajarlah untuk meminta ma’af kalau telat hadir ketika rapat, ucapknlah “mohon ma’af bapak saya datang terlambat”, ataupun untuk semuanya belajarlah diakhir pembicaraan kita mengucapkan “mohon ma’af jika ada kata-kata saya yang krang berkenan”, apalagi jika kita melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal.

Maaf sendiri sebagai salah satu perwujudan untuk memperbaiki kesalahan yang Anda lakukan. Jika kata ‘maaf’ tak mampu terucap, lalu bagaimana perbaikan diri Anda akan berkembang?

😊😊😊Tolong

Kita kadang suka bertemu dengan seseorang yang membutuhkan bantuan tapi, orang tersebut cukup tinggi hati untuk tidak mau mengatakan perkataan “ma’af, tolong”…
Sungguh kesan yang berbeda ketika seseorang meminta bantuan dengan mengatakan, “Maaf, bisa tolong ambilkan buku itu?” tentunya berbeda dengan seseorang yang mengucapkan “Ambilkan buku itu dong!”

Dua kalimat berisi hal yang sama, namun memberikan kesan yang berbeda dalam penyampaiannya. Dengan mengawalinya dengan tolong, maka Anda seakan memberikan penghargaan atas waktu orang yang Anda minta tolong.

Terlihat sederhana, namun ketiga kata ‘sederhana’ tersebut dapat berpengaruh besar terhadap diri kita dan orang lain dalam berkehidupan sehari-hari dimasyarakat.

 

by. Subakti Indrajaya, SH

Kepala SMPIT Al-Ukhuwah

Leave a Reply

Name *
Email *
Website