Melawan Kelelahan

Melawan Kelelahan

 

Setiap pagi tepat pukul 06.00 saya sudah siap-siap pergi mengajar, rutinitas yang selalu hadir kecuali jika libur atau saya meliburkan diri (baca: izin). Tak terasa sudah hampir 7 tahun saya menjalaninya dengan ditemani si kuda besi yang kini usainya sudah 5 tahun lebih 😅

Berangkat sepagi itu tentu sesekali cukup menjemukan, karena jarak tempuhnya membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit (jika tanpa macet), ditambah lagi saya tinggal di kawasan yang dekat dengan pabrik, hampir di setiap jam pagi jalanan akan dipenuhi oleh motor dan beberapa mobil APV yang mana penumpangnya kebanyakan para pegawai pabrik.

Di sepanjang perjalanan terkadang saya mengisinya dengan membaca al mat surat (dzikir pagi), terkadang pula saya gunakan untuk merenungkan kejadian atau orang-orang yang saya lewati. Para pelajar yang berkerumun menaiki angkot sembari tertawa bersama teman-teman seusianya, para petani yang sudah siap-siap di ladangnya masing-masing, para pegawai yang bekerja entah di pemerintahan ataupun swasta, dan ibu-ibu rumah tangga yang sudah mengerumuni si Abang penjual sayur🤭

Sepagi itu semua orang nampak sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, termasuk saya yang setiap pagi berpacu dengan waktu mulai dari mengejar sarapan pagi, shalat dhuha, dan selalu berusaha sudah di kelas tanpa telat😬

Jika saya tarik benang merahnya, hampir setiap pagi semua orang bergerak sesuai tujuannya masing-masing, itu artinya setiap pagi semua orang mau merasakan kelelahan dan kerepotan.
Apa yang membuat mereka mau bergerak dan berlelah di awal pagi?
Tentu motivasi dari masing-masing orang berbeda.
Bagi seorang pelajar yang mau berangkat pagi hari, entah dengan menaiki angkot yang berdesakan, mengendarai sepeda motor, ataupun dengan berjalan kaki beberapa kilometer, tak ayal semua itu mereka lakukan untuk menempuh proses belajar guna mengejar cita-citanya. Namun tak jarang pula motivasi ini bias dan yang tersisa hanyalah sekedar pergi ke sekolah untuk bisa bermain dan mendapatkan jatah uang jajan😢

Lalu bagaimana pula dengan bapak petani yang sudah beruban pergi dengan bertelanjang kaki, pulang saat matahari terbenam, apa kira-kira yang tertanam di benak mereka? Anak-anak dan istrinya? Bagaimana menghidupi mereka, membiayai sekolah anak-anaknya?

Proses kelelahan setiap orang dalam berbagai usia dan profesi jika tanpa tujuan yang ingin dicapai maka pada satu fase mereka akan terhenti sejenak, merasakan lelah yang benar-benar lelah, karena fisiknya bergerak sementara jiwanya tidak! Dengan kata lain tanpa landasan motivasi😔

Dari hal ini saya berkaca pada diri saya sendiri, saat lelah itu mendera, apa motivasi yang saya miliki?
Pertanyaan itu yang selalu saya tanyakan berulang-ulang.
Kenapa?
Agar tidak ada BIAS!
Bias yang hanya menyisakan lelah yang sebenarnya.
Karena jika motivasi itu memenuhi jiwa, ia akan melawan rasa lelah yang datang dan menggantikannya dengan rasa CINTA terhadap apa yang dilakukan, entah itu belajar, bekerja, menulis, berkebun, memasak, apapun itu!

Maka saran saya jika anda belum menemukan sepenggal “motivasi” terhadap apa yang anda kerjakan, bersiaplah akan ada kelelahan pada diri anda sendiri. Jika anda sudah menemukan motivasi yang selama ini menyertai aktivitas anda, rawatlah baik-baik. Karena itulah yang melawan dan menggantikan rasa lelah😇

~Hainayusra

Pagaden, 17 Oktober 2019
#ruangguru SMPIT Al Ukhuwah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Kirim Pesan