MENJADI GURU YANG BAHAGIA

MENJADI GURU YANG BAHAGIA

Bahagia
Jika kita ditanya tentang tujuan hidup kita, pasti jawabannya adalah ingin bahagia didunia terutama di akhirat. Meskipun definisi kebahagiaan dari setiap orang memiliki jawaban yang beragam. Ada yang mengatakan bahagia itu bila sudah memiliki rumah dan mobil yang mewah, ada juga yang mengatakan bahagia itu bila menjadi seorang pejabat public, artis terkenal, atau mempunyai ribuan follower di media social. Namun semuanya itu terbukti bukan jaminan seorang dapat mencapai kebahagiaan. Eksistensi kebahagiaan sering dipertanyakan. Meskipun demikian orang mengatakan bahagia ketika ia dalam kondisi lebih senang, riang, dan puas terhadap sesuatu yang diraihnya. Momen-momen seperti itulah tampaknya yang selalu diusahakan untuk dapat diraih oleh setiap orang.
Yang menjadi pertanyaan saya, apakah mengajar adalah suatu hal yang menyenangkan, dan mampu membuat hidup kita bahagia?
Mengajar sebagai sebuah pekerjaan sering diartikan sebagai beban atau kewajiban yang harus dilakukan sebagai konsekuensi logis sebuah profesi, namun sesungguhnya kebahagiaan dan mengajar adalah dua sisi yang sangat berkaitan. Bahkan mengajar merupakan salah satu jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Salah satu alasan kita memilih profesi sebagai guru adalah untuk memperoleh pendapatan secara materi. Tentu saja itu alasan yang bersifat materialistic dan bukanlah hal yang salah, sebagai seorang manusia, guru dalam keseharian perlu pemenuhan kebutuhan yang bersiafat materialistik. Bukankah setiap manusia pada dasarnya materialis. Namun untuk mendapatkan kebahagiaan dalam menjalankan tugas sebagai seorang pendidik materi bukanlah jaminan
Lalu bagaimana sikap kita terhadap profesi yang kita jalankan sebagai seorang pendidik agar kita merasa bahagia? Tugas utama sebagai seorang pendidik pada dasarnya adalah menghantarkan peserta didik agar menggapai kebahagiaan dengan ilmu dan nilai-nilai yang kita tanamkan. Ketika kita berusaha menjalankan tugas-tugas sebagai seorang pendidik dengan sebaik-baiknya sehingga mampu menghantarkan murid-murid kita menjadi manusia-manusia yang bahagia disitulah kebahagiaan kita muncul. Tidak itu saja ketika mampu memodifikasi kelas yang kita ajar menjadi harmoni kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan maka timbul sebuah kebahagiaan yang tentunya sulit kita ungkapkan secara verbal.
Tampaknya sumber dari kebahagian sebenarnya tidak terlalu jauh dari kita. Melalui profesi yang kita geluti kebahagiaan dapat kita peroleh. Dengan mengedepankan keikhlasan dan ketulusan dalam menjalankan tugas sebagai seorang pendidik mendekatkan kita kepada kebahagiaan. Menyadari tugas seorang pedidik adalah memberi bekal kepada peserta didiknya menjadi manusia yang bahagia akan membuat kita juga lebih bahagia.

You may also like...

2 Responses

  1. Dudi Taufik Rahman says:

    Sip. Insya Alloh guru Al Ukhuwah bahagia luar dalam, lahir batin. Tersirat dari senyum yang selalu menyertai keramah tamahan setiap bertemu orang tua santri. Barokallohu lakum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Kirim Pesan