ORANG-ORANG YANG BERIMAN SUNGGUH MENAKJUBKAN

ORANG-ORANG YANG BERIMAN SUNGGUH MENAKJUBKAN

beriman

“Abi, teteh di asrama teh cape banget” si sulung yang sedang mondok tiba-tiba membuka pembicaraan siang tadi dengan curhatan khasnya. “Coba abi bayangkan, teteh pengen istirahat malah terus-terusan diganggu, padahal teteh sudah bilang sama temen-temen kalo teteh ingin istirahat nggak mau diganggu … eh malah disengajain kasur teteh didorong-dorong dari bawah pake kakinya.” sambungnya dengan mata menatap ke depan seolah membayangkan kembali apa yang tengah dia alami di asramanya.
Aku menghela napas dalam-dalam, menatapnya. Meski sedianya sedang menata hati dan menyiapkan kata-kata yang menumbuhkan semangat untuk si Sulung yang terkadang memang plegmatis dan cenderung menghindari konflik. Lalu mengalirlah pembicaraan kami siang tadi …
”Teh, Allah menghadirkan temen yang rese, jahil, dan menyebalkan sedianya semua ada tujuannya, yaitu Allah sedang mendidik teteh supaya teteh harus belajar untuk bisa lebih bersabar, Allah menciptakan teman kita yang bawel, rewel, dengan kecepatan bicara yang seakan tanpa henti artinya Allah sedang mendidik kita, supaya kita bisa lebih banyak belajar untuk mendengar.

Sejatinya kehidupan dunia itu memang tempat untuk berlelah-lelah, jika kita ingin beristirahat akhiratlah (surga) tempatnya… Dunia bagi orang-orang yang beriman bagaikan neraka, penuh dengan ujian, tanjakan-tanjakan dan tantangan yang membuat kita cape, lelah, jenuh; harus bangun subuh, sholat tahajud, tilawah, beramal sholeh dan penuh dengan kegiatan2 yang membuat kita lelah dan jenuh, itulah ujiannya karena orang-orang beriman hanya mengharapkan kehidupan kekal yang sebenarnya di akhirat. Sedangkan dunia bagi orang-orang yang lalai bagaikan surga, tempatnya bersenang-senang, nongkrong-nongkrong, bangun siang santai tidak sholat, pacaran untuk memuaskan syahwat, kalo dia kuat, dia mendzalimi yang lemah, kalo dia lemah dia menadi seorang penjilat untuk menutupi keburukan hatinya, karena mereka berfikir hidup hanyalah di dunia saja. Nah, tapi Teh, bagi orang-orang yang memiliki iman kehidupan dunia ini bisa menjadi ladang keberuntungan. Itulah sebabnya Rasulullah sangat kagum terhadap orang-orang yang beriman dalam mengarungi kehidupan dunia ini, jika dia mendapatkan kesenangan, kebahagian, kesuksesan, didekatkan dengan teman-teman yang sholeh, diberikan guru yang baik, tetangga yang dermawan, keluarga yang taat beribadah kepada RabbNya, ditaqdirkannya tinggal di lingkungan yang sholeh, dia akan senantiasa bersyukur, bersyukur dengan senantiasa bertahmid kepadaNya, lebih memperbanyak ibadah sunnah-sunnahnya, berinfak dan shodaqohnya semakin rutin, selalu menebar senyum dan salam, tidak menyakiti teman, ramah kepada sesama, hormat kepada yang lebih tua, menyayangi kepada yang lebih kecil, memperbanyak shaum Sunnah, menghidupkan malam dengan ibadah-ibadah sebagai tanda syukur atas anugerah yang diberikan-Nya, suatu ketika Rasulullah pernah ditanya oleh istrinya Siti Aisyah radhiallahu anha “Mengapa engkau melakukan (ibadah-ibadah) itu semua Rasulullah? Padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?” tanya Sayyidah Aisyah. “Apakah aku tidak senang menjadi hamba yang banyak bersyukur” kata Rasulullah menjawab pertanyaan Sayyidah Aisyah di atas.

MasyaAllah, orang-orang beriman ketika Allah menguji mereka dengan kepahitan, ya mereka tetap beruntung, kenapa? Ketika orang-orang beriman Allah timpakan ujian kesakitan, kepahitan, kepailitan, kehilangan, kesedihan, musibah dan bencana bahkan mungkin diuji dengan musibah yang bertubi-tubi mereka tetap bersabar menghadapinya senantiasa berbaik sangka kepada Rabbnya. Keimanannya tetap teguh, ibadah-ibadahnya semakin mantap, dia bangun malam untuk menghidupkannya dengan dzikir, tilawah dan tahajud untuk meminta ampunan, kekuatan, ketabahan dan pertolongan dari-Nya, dia senantiasa menyisihkan dari penghasilannya yang sedikit untuk berbagi kepada saudara-saudaranya, hatinya yang pilu tidak mengurangi keramahannya kepada tetangganya, tampak tegar untuk memberikan ketenangan dihadapkan keluarga dan teman-temannya, amal sholehnya tidak pernah terhenti… MasyaAllah sungguh mengagumkannya keadaan orang-orang yang beriman itu, puji Rasulullah…

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (HR. Muslim)

Panjang lebar aku menjelaskan padanya, dan si sulung seperti biasa selalu memperhatikan dengan penuh perhatian. Aku pandang matanya tanpa bertanya apa-apa. Dan si sulung hanya memegang tanganku sambil tersenyum dan berkata “Siap, Bi …” sambil tersenyum. Dan bagiku itu sudah cukup. Semoga jejak keimanan ini terpatri dengan kuat dijiwa mu, Nak … dan kelak di Yaumil Akhir engkau hadir sebagai penolong bagi Abi dan Umi.

Pagaden, 7 Nopember 2019
Jam 14.30
Ikrimah Abdillah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Kirim Pesan